Terapi Wicara by Lammian Naibaho
Terapi Wicara
By Lammian Naibaho (P22030124921)
Terapi wicara adalah prosedur atau metode yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi pada anak-anak dan orang dewasa. Terapi ini mampu mengatasi penyebab gangguan bicara, sebagai berikut:
Cedera saraf pada otak
Kelumpuhan otot
Kelainan bentuk atau struktur organ bicara
Gangguan kognitif
Pengobatan terapi wicara tergantung dari jenis dan gejala yang dialami oleh penderita. Sebagai contoh, untuk anak dilakukan di ruang kelas atau kelompok kecil agar lebih terfokus.
Perawatan ini juga mampu mengevaluasi dan merawat penderita yang mengalami kesulitan menelan. Terapi ini juga tidak menimbulkan rasa sakit yang memicu rasa takut pada penderita.
Siapa yang Memberikan Terapi Wicara?
Terapi wicara diberikan oleh ahli patologis wicara-bahasa atau speech-language pathologist (SLP). Dalam istilah medis, ahli patologis juga dikenal dengan sebutan terapis wicara.
SLP membutuhkan gelar tertentu agar bisa memberikan terapi wicara pada seseorang. Misalnya, gelar master, sertifikasi negara, dan sertifikat kompetensi klinis.
Terkadang, SLP juga membutuhkan asisten bicara untuk membantu layanan keterampilan bahasa dan berbicara. Asisten SLP biasanya memiliki gelar associate 2 tahun atau sarjana 4 tahun yang diawasi secara langsung.
Dalam terapi wicara-bahasa, SLP dapat mengatasi gangguan bicara pada anak secara pribadi di ruang kelas atau kelompok kecil. Kondisi ini membutuhkan strategi terapi berupa:
Kegiatan intervensi bahasa
Terapi artikulasi
Terapi makan dan menelan
Gangguan Komunikasi yang Membutuhkan Terapi Wicara
Berikut ini adalah beberapa gangguan komunikasi yang membutuhkan speech delay atau terapi wicara:
1. Gangguan Bahasa
Kendala bahasa pada anak dapat memengaruhi kemampuan belajar, memberi nama benda, dan menyusun kalimat. Gangguan ini berisiko tinggi dialami oleh anak dengan masalah pendengaran dan perkembangan otak.
Gangguan ini juga bisa terjadi pada orang dewasa akibat cedera atau penyakit otak. Misalnya, stroke sehingga kesulitan dalam membentuk kalimat atau mengingat kata.
2. Gangguan Bicara
Penderita gangguan bicara mengalami kesulitan dalam menghasilkan bunyi, mengucapkan kata yang jelas, dan berbicara lancar. Kondisi ini sering dialami oleh anak yang cadel atau sering menukar kata-kata tertentu.
Gangguan bicara juga bisa terjadi akibat penyakit saraf, seperti distraria. Penyakit ini menimbulkan kerusakan pada sistem saraf yang mengatur bibir, lidah, dan pita suara.
3. Gangguan Suara
Gangguan suara atau resonansi merupakan kondisi ketika seseorang mengalami perubahan suara secara terus-menerus. Kondisi ini disebabkan oleh penyumbatan aliran udara yang terjadi di rongga hidung atau mulut.
Gangguan suara dapat terdengar serak, tegang, atau nyaris tanpa suara. Bahkan, kondisi ini juga mengakibatkan perubahan getaran yang berfungsi untuk menjaga kualitas suara
Kesulitan menelan dapat dialami oleh penderita penyakit parkinson, demensia, atau cedera kepala. Kondisi ini menyebabkan gangguan pada bagian mulut dan tenggorokan.
Pada penderita Parkinson, tidak ada pengobatan tertentu yang bisa menyembuhkan penyakit ini. Namun, terapi wicara dapat meringankan gejala dengan cara memperbaiki fungsi menelan dan kemampuan bicara.
Apa yang Dilakukan Saat Terapi Wicara?
Pada awalnya, terapi bicara diidentifikasi terlebih dahulu untuk mengetahui jenis gangguan bicara dan cara terbaik mengobatinya. Berikut ini adalah hal yang perlu dilakukan di terapi wicara untuk anak-anak dan orang dewasa:
1. Terapi Wicara Anak
Terapi anak bisa dilakukan di ruang kelas, suatu kelompok kecil, atau secara tatap muka. Hal ini tergantung dari gangguan bicara yang dialami oleh anak.
Latihan dan aktivitas perawatan ini cenderung bervariasi sesuai dengan kelainan, usia, dan kebutuhan anak. Adapun perawatan yang bisa dilakukan, antara lain:
Interaksi menggunakan alat, seperti buku, gambar, atau benda-benda lain untuk mengembangkan bahasa pada anak
Menghasilkan suara atau mengucapkan suku kata secara jelas
Lakukan latihan dan aktivitas secara berulang-ulang untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak
Menghasilkan artikulasi dan mengeluarkan suara tertentu untuk merangsang perkembangan anak
Menjalani terapi makan dan menelan bagi anak yang kesulitan makan
Latihan lidah, bibir, dan rahang untuk memperkuat otot-otot di sekitar mulut
Memberikan strategi dan pekerjaan rumah bagi anak dan orang tua terkait cara perawatan ini di rumah.
Biasanya, anak dapat meniru kemampuan bicara orang dewasa sejak usia 6 bulan hingga 3 tahun. Namun, tidak semua anak dapat mengalami kondisi ini.
Anak perlu menjalani perawatan ini apabila tidak memiliki kemampuan berbahasa yang sesuai dengan usianya. Misalnya, gagap, sulit mengucapkan suku kata dengan jelas, dan gangguan kognitif.
Tidak ada batasan umur anak mulai terapi wicara. Jika anak kesulitan dalam menghasilkan suara atau mengucapkan suku kata, kondisi ini memerlukan terapi segera mungkin.
Terapi pada dasarnya perlu diberikan untuk membangun kondisi yang lebih baik. Terapi juga harus rutin dilakukan agar apa yang menjadi kekurangan anak dapat dipenuhi secara bertahap. Terapi juga harus diberikan sedini mungkin sebelum anak berusia 5 tahun. Sebab, perkembangan pesat otak anak umumnya terjadi pada usia sebelum 5 tahun, tepatnya puncak pada usia 2-3 tahun. Beberapa terapi yang ditawarkan oleh para ahli adalah :
Terapi biomedik dikembangkan oleh kelompok dokter yang tergabung dalam Defeat Autism Now . Pada terapi ini difokuskan pada pembersihan fungsi-fungsi abnormal pada otak. Dengan terapi ini diharapkan fungsi susunan saraf pusat bisa bekerja lebih baik sehingga gejala autism berkurang atau bahkan menghilang. Obat-obatan juga digunakan untuk penyandang autism, namun harus dengan pengawasan dokter spesialis yang lebih memahami dan mempelajari autism. Terapi biomedik melengkapi terapi lainnya dengan memperbaiki dari dalam (biomedis). Dan juga didukung oleh terapi dari dalam dan luar diri agar mengalami kemajuan yang cukup bagus.
Terapi okupasi berguna untuk melatih otot-otot halus anak. Menurut penelitian, hamper semua kasus anak autistic mempunyai keterlambatan dalam perkembangan motorik halus. Gerak-geriknya sangat kaku dan kasar, mereka kesulitan untuk memegang benda dengan cara yang benar, kesulitan untuk memegang sendok dan menyuapkan makanan ke dalam mulutnya,dsb. Dengan terapi ini anak akan dilatih untuk membuat semua otot dalam tubuhnya berfungsi dengan tepat.
Terapi Integrasi Sensoris
Terapi ini berguna meningkatkan kematangan susunan saraf pusat, sehingga lebih mampu untuk memperbaiki struktur dan fungsinya. Aktivitas ini merangsang koneksi sinaptik yang lebih kompleks, dengan demikian bisa meningkatkan kapasitas untuk belajar.
Terapi bermain adalah pemanfaatan pola permainan sebagai media yang efektif dari terapis, melalui kebebasan eksplorasi dan ekspresi diri. Pada terapi ini, terapis bermain menggunakan kekuatan terapiutik permainan untuk membantu klien menyelesaikan kesulitan-kesulitan psikososial dan mencapai pertumbuhan, perkembangan yang optimal.
Terapi ini memfokuskan penanganan pada pemberian reinforcement positif setiap kali anak berespons benar sesuai intruksi yang diberikan. Tidak ada punishment dalam terapi ini, akan tetapi bila anak menjawab salah akan mendapatkan reinforcement positif yang ia sukai. Terapi ini digunakan untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan anak pada aturan. Dari terapi ini hasil yang didapatkan signifikan bila mampu diterapkan secara intensif.
Beberapa penyandang autism memiliki gangguan perkembangan dalam motorik kasarnya. Kadang tonus ototnya lembek sehingga jalannya kurang kuat. Keseimbangan tubuhnya juga kurang bagus. Fisioterapi dan terapi integrasi sensoris akan sangat banyak menolong untuk menguatkan otot-otot dan memperbaiki keseimbangan tubuh anak.
Hampir semua anak dengan asutism mempunyai kesulitan dalam bicara dan berbahasa. Kadang-kadang bicaranya cukup berkembang, namun mereka tidak mampu untuk memakai kemampuan bicaranya untuk berkomunikasi/berinteraksi dengan orang lain.
Terapi music menurut Canadian Association for Music Therapy (2002) adalah penggunaan music untuk membantu integrasi fisik, psikologis, dan emosi individu, serta untuk treatment penyakit atau ketidakmampuan. Sedangkan menurut American Music Therapy Association (2002) terapi music adalah semacam terapi yang menggunakan music yang bersifat terapiutik guna meningkatkan fungsi perilaku, social, psikologis, komunikasi, fisik, sensorik motorik dan kognitif.
Terapi ini didasari oleh adanya keadaan bahwa anak dengan autis melewatkan atau kurang sedikit bahkan banyak sekali kemampuan bersosialisasi.yang termasuk terapi perkembangan misalnya Floortime, dilakukan oleh orang tua untuk membantu melakukan interaksi dan kemampuan bicara.
Individu autistic lebih mudah belajar dengan melihat. Hal inilah yang kemudian dipakai untuk mengembangkan metode belajar berkomunikasi melalui gambar-gambar. Beberapa video games bisa juga dipakai untuk mengembangkan keterampilan komunikasi.
Disebut juga terapi obat-obatan. Terapi ini dilakukan dengan pemberian obat-obatan oleh dokter yang berwenang. Para penyandang jangan diberi sembarang obat, tapi obat harus diberikan bila timbul indikasi kuat. Gejala yang sebaiknya dihilangkan dengan obat : hiperaktivitas yang hebat, menyakiti diri sendiri, menyakiti orang lain (agresif), merusak (destruktif), dan gangguan tidur.
Terapi melalui makanan diberikan untuk anak-anak dengan masalah alergi makanan tertentu. Di sisi lain, ada bebrapa makanan yang mengandung zat yang dapat memperberat gejala autis pada anak. Dalam terapi ini diberikan solusi tepat bagi para orang tua untuk menyiasati menu yang cocok dan sesuai bagi putra-putrinya sesuai dengan petunjuk ahli mengenai gizi makanan.
2. Terapi Wicara Orang Dewasa
Fungsi terapi wicara ini adalah untuk meningkatkan kemampuan bicara, bahasa, dan kognitif yang dialami. Terapi ini juga bisa mencakup latihan fungsi menelan apabila orang dewasa mengalami cedera atau kondisi medis tertentu.
Misalnya, penyakit Parkinson dan kanker mulut yang memicu kesulitan menelan. Adapun beberapa cara perawatan ini untuk orang dewasa, sebagai berikut:
Penyelesaian masalah dan daya ingat untuk meningkatkan kemampuan kognitif
Melatih percakapan untuk membantu berkomunikasi secara optimal
Latihan pernapasan untuk memperbaiki resonansi
Memperkuat otot mulut dengan cara latihan bibir, lidah, dan rahang
Latihan menelan untuk kondisi medis tertentu, seperti stroke
Meskipun gangguan bicara dan komunikasi sangat umum terjadi, perawatan ini telah terbukti efektif untuk mengatasi gangguan ini. Terapi ini menggunakan berbagai teknik tertentu untuk meningkatkan keterampilan komunikasi seseorang.
Perlu diketahui bahwa perawatan ini membutuhkan waktu, tenaga, dan latihan secara bertahap. Pastikan untuk sabar dan mulai menghargai diri sendiri atas kemajuan terapi yang diberikan.

Komentar
Posting Komentar