Ultrasound Therapy by Lammian Naibaho (P22030124921)

 

Ultrasound Therapy

Lammian Naibaho (P22030124921)

Terapi ultrasound adalah modalitas pengobatan yang digunakan oleh terapis fisik atau okupasi terapis untuk mengobati kondisi sakit, dan untuk mempromosikan penyembuhan jaringan. Sementara terapi ultrasound tidak efektif untuk semua kondisi sakit kronis, mungkin membantu mengurangi rasa sakit jika Anda memiliki salah satu dari berikut: osteoarthritis sakit myofascial radang kandung lendir Carpal tunnel syndrome Rasa sakit yang disebabkan oleh jaringan parut Nyeri tungkai hantu Terkilir dan strain Terapi ultrasound sebagai modalitas pengobatan yang telah digunakan oleh terapis selama 50 tahun terakhir untuk mengobati luka-luka jaringan lunak. Ultrasound Therapy umumnya digunakan dalam pengobatan yang paling keluhan jaringan lunak, khususnya lesi tendon, ligamen dan bursa


Prinsip dan Cara Kerja Ultrasound

Ultrasound dalam fisioterapi bekerja berdasarkan prinsip gelombang suara. Mesin ultrasound menggunakan kristal piezoelektrik untuk menghasilkan gelombang suara melalui getaran mekanis. Ketika gelombang ultrasound masuk ke dalam jaringan tubuh, maka dapat menyebabkan efek termal (pemanasan) dan non-termal (mikromekanis).

1. Efek Termal : Pemanasan jaringan yang dalam di sekitar sendi atau otot dapat meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi spasme otot, serta meningkatkan elastisitas jaringan. Proses ini dapat membantu dalam mempercepat pemulihan dari cedera.

2. Efek Non-Termal : Efek ini mencakup cavitation dan microstreaming. Cavitation adalah proses pembentukan, pengembangan, dan pecahnya gelembung gas dalam cairan jaringan. Sedangkan microstreaming adalah aliran mikro dalam jaringan yang dapat membantu meningkatkan difusi molekul dan aktivitas enzim. Kedua efek ini dapat merangsang proses penyembuhan jaringan.


Indikasi Penggunaan Ultrasound dalam Fisioterapi

Ultrasound dapat digunakan dalam berbagai kondisi medis yang melibatkan jaringan lunak, sendi, dan otot. Beberapa indikasi utama meliputi:

1. Cedera Otot dan Ligamen : Ultrasound sering digunakan untuk mengobati cedera olahraga yang melibatkan otot dan ligamen. Efek termal dapat membantu dalam mengurangi nyeri dan spasme, serta mempercepat proses penyembuhan.

2. Tendinitis dan Bursitis : Kondisi ini melibatkan peradangan tendon dan bursa. Ultrasound dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri yang disebabkan oleh kondisi tersebut.

3. Nyeri Kronis : Pasien yang menderita nyeri kronis akibat kondisi seperti arthritis atau fibromyalgia dapat memperoleh manfaat dari terapi ultrasound. Pemanasan dan peningkatan sirkulasi darah dapat membantu mengurangi nyeri dan memperbaiki fungsi.

4. Bekuan Darah (Hematoma) : Ultrasound dapat membantu dalam memecahkan bekuan darah kecil dan mengurangi pembengkakan serta nyeri.

5. Penyembuhan Luka: Ultrasound dapat digunakan untuk mempercepat penyembuhan luka, terutama luka yang disebabkan oleh cedera fisik atau bedah. Efek non-termal dapat merangsang pertumbuhan sel dan perbaikan jaringan.

Teknik Aplikasi Ultrasound

Ultrasound dalam fisioterapi dapat diterapkan melalui dua metode utama:

1. Aplikasi Langsung : Gel ultrasound diaplikasikan secara langsung pada kulit area yang akan diobati. Alat ultrasound kemudian digerakkan secara perlahan di atas gel. Gelombang suara menembus jaringan dengan bantuan gel yang memungkinkan transmisi yang lebih baik.

2. Aplikasi di Dalam Air : Metode ini digunakan untuk area dengan kontur kompleks seperti tangan atau kaki. Area yang akan diobati dicelupkan ke dalam air, dan ultrasound diaplikasikan melalui air sebagai medium. Air membantu dalam mentransmisikan gelombang suara dengan efektif.

Keuntungan Penggunaan Ultrasound:

1. Minim Non-Invasif : Ultrasound adalah modalitas yang minim invasif, tidak memerlukan sayatan atau prosedur invasif lainnya.

2. Penargetan yang Spesifik : Terapi ini memungkinkan penargetan yang spesifik pada area jaringan yang memerlukan perawatan.

3. Peningkatan Sirkulasi Darah : Efek termal dari ultrasound dapat meningkatkan sirkulasi darah lokal, yang membantu penyembuhan.

4. Relaksasi Otot : Dengan mengurangi spasme otot dan meningkatkan elastisitas jaringan, pasien sering merasa lebih nyaman dan rileks setelah terapi.

5. Efek Anti-Inflamasi : Ultrasound dapat membantu mengurangi peradangan pada area yang sakit dan mempercepat proses penyembuhan.

Keamanan Penggunaan Ultrasound:

1. Penggunaan yang Aman : Ultrasound telah digunakan selama bertahun-tahun dengan tingkat keamanan yang tinggi ketika digunakan oleh praktisi yang terlatih.
2. Efek Samping Minimal : Efek samping dari terapi ini relatif minimal, terutama jika dibandingkan dengan opsi pengobatan lain seperti obat-obatan atau prosedur bedah.
3. Pemawasan Kontra : Penting untuk melakukan identifikasi terhadap kontraindikasi yang ada seperti keberadaan alat pacu jantung, kanker aktif, atau infeksi aktif di area yang diobati.

Batasan dan Tingkat Keefektifan

Meskipun ultrasound adalah alat yang bermanfaat dalam fisioterapi, ada beberapa batasan yang perlu diperhatikan:

1. Tidak Semua Kondisi Sesuai : Ultrasound mungkin tidak efektif untuk semua jenis nyeri atau cedera. Terkadang perawatan kombinasi dengan modalitas lain mungkin diperlukan.
2. Keahlian Operator : Keefektifan ultrasound sangat bergantung pada keahlian dan pengalaman dari terapis yang mengaplikasikannya.

3. Konsistensi dan Durasi : Hasil optimal sering memerlukan beberapa sesi perawatan, dan perawatan yang tidak konsisten dapat menghasilkan hasil yang terbatas.

Studi dan Bukti Klinis

Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengevaluasi keefektifan ultrasound dalam fisioterapi. Sebagai contoh, sebuah meta-analisis yang diterbitkan di “Journal of the American Physical Therapy Association” menunjukkan bahwa ultrasound menunjukkan hasil positif dalam pengobatan tendinitis. Hasil studi lain menunjukkan bahwa penghentian atau pengurangan nyeri melalui ultrasound dapat dicapai dalam proses penyembuhan jangka pendek dan jangka panjang.

Namun, penting untuk tetap kritis terhadap literatur yang ada. Beberapa studi memberikan hasil yang bertentangan, dan lebih banyak penelitian berkualitas tinggi masih diperlukan untuk memperkuat bukti yang ada.


BLOK DIAGRAM ULTRASOUND THERAPY




KEFISIKAAN ULTRASOUND THERAPY

Fisika Dasar Ultrasound

a. Efektif Radiating Area (ERA) Permukaan tranduser tidak semuanya memancarkan gelombang ultrasound melainkan hanya permukaan tertentu yang disebut efektif radiating area. Oleh sebab itu ERA merupakan tolak ukur yang tentu dalam penentuan dosis. Sifat bekas gelombang Ultrasound Sifat berkas gelombang ultrasound dibedakan atas dua bagian yaitu : Area Convergensi, ciri-cirinya adalah : 1) Terjadi gejala interferensi pada daerah yang tidak homogen pada berkas tersebut sehingga timbul variasi intensitas yang besar yang disebut dengan intensity peaks sedangkan gejala interferensi yang tidak homogen disebut Beams Non Uniformity Ratio (BNR). BNR tidak bisa dihilangkan sama sekali. Nilai normalnya adalah 4 sampai 6 kali intensity peaks

2) Bentuk berkasnya convergensi dimana panjang area convergensi ditentukan oleh diameter tranduser

3) Penyebaran berkasnya lebih terpusat, hal ini juga tergantung pada frekuensi dan diameter tranduser, dimana bila frekuensi tinggi maka panjang area convergensi akan panjang demikian pula jika tranduser besar maka area konvergensi semakin panjang Area Divergensi, ciri-cirinya adalah : 1) Tidak terjadi gejala interferensi yang menyebabkan berkas gelombang sama 2) Berkas gelombang yang menyebar

b. Fenomena fisik yang terjadi pada ultrasound 1) Bentuk Gelombang Bentuk gelombang ultrasound adalah longitudinal yang memerlukan medium yang elastis sebagai media perlambatan. Setiap medium elastis kecuali yang hampa udara. Gelombang elastis longitudinal menyebabkan kompresi dan ekspansi medium pada jarak separuh gelombang yang menyebabkan variasi tekanan pada medium 2) Refleksi atau pemantulan Refleksi atau pemantulan terjadi bila gelombang ultrasound melalui dua media yang berbeda. Banyaknya energi yang dipantulkan tergantung independence acuistik spesifik dari berbagai media.


Karena faktor pemantulan gelombang pada permukaan media, maka energi paling besar pada jaringan interface. 3) Penyebaran Gelombang ultrasound Penyebaran gelombang ultrasound atau divergensi dalam tubuh timbul karena adanya divergen dan adanya refleksi. Di dalam jaringan bundel ultrasound dapat menyebar oleh karena adanya refleksi sehingga timbul efek-efek di luar daerah pancaran bundel ultrasound 4) Penyerapan dan Penetrasi Ultrasound Jika gelombang ultrasound masuk ke dalam jaringan maka efek yang diharapkan adalah efek biologis. Oleh karena adanya penyerapan tersebut maka semakin dalam gelombang ultrasound masuk dan intensitasnya semakin berkurang Gelombang ultrasound diserap oleh jaringan dalam berbagai ukuran tergantung pada frekuensi, frekuensi rendah penyerapannya lebih sedikit dibandingkan dengan frekuensi tinggi. Jadi ada ketergantungan antara frekuensi, penyerapan dan kedalaman efek dari gelombang ultrasound. Disamping itu refleksi, koefisien penyebaran menentukan penyebarluasan ultrasound di dalam jaringan tubuh. Tabel 1. Koefisien Penyerapan pada Frekuensi 1 MHz dan 3 MHz Medium Darah Pembuluh darah Tulang Kulit Tulang rawan Udara Tendon Otot Lemak Air (20°C) Serabut saraf


Frek. 1 MHz 0,028 0,4 3,22 0,62 1,16 2,27 1,12 0,76 0,28 0,14 0,0006 0,2

Frek. 3 MHz 0,084 1,2 1,86 3,48 8,28 3,38 2,28 0,84 0,42 0,0018 0,6


Dari angka di atas, nampak ada dua nilai absorbsi di dalam jaringan otot. Adanya perbedaan yang penting disini adalah karena arah dari bundel ultrasound terhadap jaringan otot. Pertama, jika bundel ultrasound jatuh secara tegak lurus terhadap jaringan otot. Kedua, jika bundel ultrasound berjalan sejajar dengan jaringan otot. Pada keadaan yang kedua nilai absorbsinya hampir tiga kali lebih kecil. Sebuah satuan yang lebih praktis dalam hal penyebaran adalah Half

Value Depth atau jarak nilai setengah (HVD). Yang dimaksud jarak nilai setengah adalah jarak dimana intensitas dari ultrasound dalam suatu media tertentu tinggal separuh. Jarak nilai setengah ini ditentukan koefisien penyerapan Tabel 2. Jarak Nilai Setengah Pada Beberapa Medium Medium Tulang Kulit Tulang rawan Udara Tendon Otot Lemak Air (200C)
Frek. 1 MHz 2,1 mm 11,1 mm 6m 2,5 mm 2,5 mm 9 mm 24,6 mm 50 mm 11500 mm
Frek. 3 MHz 4 mm 2 mm 0,8 mm 0,8 mm 3 mm 16,5 mm 16,5 mm 3833,3 mm


Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa banyaknya energi ultrasound diserap dalam jaringan tendon dan jaringan tulang rawan. Penetrasi terdalam, dimana efek terapeutik masih bisa kita harapkan dinyatakan dalam istilah “Penetration Depth” adalah merupakan suatu titik dimana intensitas ultrasound yang diberikan masih tersisa 10% 5) Pembiasan Pembiasan gelombang ultrasound ditentukan oleh nilai indeks tiap-tiap media pada jaringan, dimana indeks bias ditentukan oleh kecepatan gelombang ultrasound pada tiap-tiap medium. Nilai indeks bias (n) = 1 berarti tiap pembiasan sedangkan nilai indeks bias lebih dari 1 berarti pembiasan mendekati garis normal dan jika indeks bias kurang dari 1 berarti pembiasan menjauhi garis normal. Besarnya pembiasan ditentukan oleh sudut datang dan kecepatan gelombang suara pada media yang dilaluinya. 6) Coupling Media Untuk dapat meneruskan gelombang ultrasound ke dalam jaringan tubuh maka dibutuhkan suatu medium yang berada antar tranduser dan permukaan tubuh yang akan diultrasound Adapun ciriciri coupling media yang baik pada penggunaan ultrasound secara umum adalah :

a) Bersih dan steril

b) Tidak terlalu cair kecuali metode under water

c) Tidak terlalu cepat diserap oleh kulit

d) Transparansi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Electroconvulsive therapy (ECT) by Lammian Naibaho